Kamis, 03 Desember 2015

ALUR BEROBAT DI POLI JANTUNG RSU Dr. SOETOMO SURABAYA




ALUR PROSES BEROBAT KE POLI JANTUNG RUMAH SAKIT Dr.SOETOMO SURABAYA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Dalam kesempatan ini saya akan sharing dari pengalaman pribadi saya selama saya menjalani pengobatan dan perawatan untuk penyakit katub jantung yang saya alami, tak terasa hampir satu tahun ini mondar mandir ke rumah sakit yang lokasinya daerah surabaya ini, rumah sakit yang menjadi rujukan terakhir  dari seluruh rumah sakit di jawa timur, bahkan mungkin dari banyak daerah kepulauan lain di indonesia seperrti kalimantan, sulawesi maupun irian jaya juga banyak yang  merujuk pasiennya ke rumah sakit Dr sutomo. 

Kebetulan saya peserta JKN mandiri, dan saya menggunakan fasilitas dari BPJS secara berkelanjutan, tentunya sangat membantu sekali program ini terutama dalam hal pembiayaan berbagai bentuk pelayanan medis yang pastinya kita tahu sangat mahal.

Sebelum ini saya menjadi pasien di rumah sakit umum sidoarjo, dikarenakan instalasinya masih kurang lengkap untuk menangani penyakit katup jantung maka perawatan saya di rujuk ke faskes yang lebih tinggi lagi yaitu RS Dr. SOETOMO Surabaya, dengan bekal surat rujukan dr jantung RSU Sidoarjo saya memulai berobat kesana, tempat tinggal saya di daerah pandaan kabupaten pasuruan perlu waktu satu jam setengah untuk bisa kesana, yaa masih bersyukur karena disana banyak sekali pasien yang harus datang  dan bermalam di parkiran depan poli rumah sakit atau bahkan banyak yang ngekos harian di rumah rumah sekitar rumah sakit untuk bisa mendapat perawatan di RS Dr. Soetomo.

Berikut proses pendaftaran pasien baru di RS DR SOETOMO

1.       Yang perlu disiapkan adalah kelengkapan administrasi pasien BPJS antara lain
·         Kartu asli BPJS
·         Rujukan asli dari rumah sakit pengirim
·         Foto Kopi KK atau KTP

2.      Melakukan pendaftaran pasien baru
Di RS Dr Soetomo ada dua jalur pendaftaran JKN yaitu pasien baru dan pasien lama.
Untuk pasien baru pertama harus dilakukan adalah mengambil nomor antrian untuk jenis pasien baru, setelah itu kita menuju ke salah satu loket yang berjajar jajar di sana, loket yang kita tuju adalah loket Jantung yang tertulis pasien baru kita serahkan semua kelengkapan administrasi pasien BPJS setelah itu kita akan mendapatkan kartu identitas berobat yang berwarna kuning, di kartu tersebut terdapat nomor rekam medis untuk tiap pasien.

3.      Pendaftaran Eligibilitas Peserta ( SEP.)
Setelah mendapatkan kartu identitas berobat langkah selanjutnya adalah mendapat eligibilitas dari BPJS, dengan surat tersebut segala pembiayaan atas perawatan atau tindakan hari ini secara otomatis akan menjadi tanggung jawab BPJS.
Tata cara adalah sebagai berikut
·     Ambil nomor antrian
·     Kita siapkan  kelengkapan administrasi  yang tadi kita gunakan saat melakukan pendaftaran pasien baru, berikut juga kartu identitas berobat yang sudah kita dapatkan tadi lengkapnya sebagai berikut
* kartu identitas berobat
* surat rujukan asli
* kartu BPJS
·         Menunggu pemanggilan sesuai nomor antrian
Semakin siang kita datang  semakin besar pula nomor antrian yang kita dapatkan, tiap harinya pasien yang berkunjung di rumah sakit ini jumlahnya ribuan , cukup lama mengantri bisa berjam jam untuk sampai digiliran kita, tapi memang ikhtiar itu butuh banyak kesabaran, ya harus tetep dijalani dengan senang dan sabar, sebenarnya disediakan belasan loket namun masih saja tidak seimbang dengan jumlah pasien pendaftar yang berobat dengan fasilitas BPJS tersebut.
Jika sudah dipanggil nomor antrian kita, bawa semua kelengkapan ke petugas sesuai loket yang diinfokan oleh mesin antrian, tunjukan semua kelengkapan diatas, tunggu sebentar proses entri oleh petugas, selanjutanya kita bisa terima surat rangkap tiga yang berjudul surat eligibilitas peserta (SEP).

4.        poli jantung
Setelah semua kelengkapan administrasi lengkap kita bisa berangkat ke poli jantung, tentunya berangkat dengan senyum sabar dan tetap senang. Ingat di rumah sakit ini teman kita buanyak dengan berbagai penyakit yang diidap masing masing, dan mungkin lebih buruk dari kondisi kita he..he harus senantiasa bersyukur meski dalam kondisi yang tidak baik masih banyak yang lebih parah kondisinya . Ambil nomor antrian dan letakkan persyaratan sebagai berikut pada kotak yang disediakan di loketnya poli jantung
·         Kartu identitas berobat
·         SEP
·         Satu bendel foto kopi yang berisi  ( KK/KTP, BPJS, rujukan )
         
        Aktivitas di poli jantung tidak begitu lama jika dibanding saat antri di loket JKN ada puluhan dokter standyby di dalam semua dengan menghadap komputer masing masing, ternyata rekam medik pasien sudah terintegrasi dalam satu sofware dan bisa di akses semua dokter di poli jantung bahkan seluruh poli yang ada dirumahsakit tersebut. Ada dua blok meja dokter berjajar ada tertulis pasien baru dan pasien kontrol. Panggilan pertama untuk masuk kepoli jantung, pasien antri didepan meja perawat untuk melakukan timbang badan dan ukur tensi darah. Setelah tensi dan timbang badan  data tersebut di catat oleh perawat di selembar kertas di staples jadi satu dibelakang kartu identitas berobat, file kita di bawa ke meja dokter yang berada di blog pasien baru. Disini kita juga mengantri panggilan dari dokter yang menangani kita,
          
     Ketika sudah menghadap dokter kita akan ditanya beberapa riwayat kesehatan sebelumnya diminta menunjukan hasil lab yang kita punyai dari pengecekan sebelumnya seperti hasil rontgen torax, ECO, rekam jantung, Lab darah dll. Semua informasi dari kita oleh dokter dientri di komputernya. Di saat ini kita bisa banyak berdiscus dengan dokter tentang masalah penyakit yang kita alami, setelah itu oleh dokter kita di ajukan untuk pengecekan ulang untuk data baru pasien mulai rekam jantung, lab darah, rontgen, eco, semua diperbarui, lembar pengantar ke LAB dan ruang ECO dibuat dan juga resep obat untuk satu bulan diberikan, resep obat tersebut kita bisaa ambil di loket obat nya poli jantung sendiri, mungkin karena pasien jantung jumlah nya sangat banyak dari poli lainya sehingga poli jantung bisa punya loket obat sendiri.

5.       Pengambilan obat
·         Ambil nomor antrian obat
·         Siapkan kelengkapan administrasi untuk pengambilan obat yaitu
Foto kopi kk/ ktp 2 lembar
Resep obat yang diberikan oleh dokter
Foto kopi kartu identitas berobat 2 lembar
Foto kopi SEP 2 lembar
Foto kopi kartu BPJS 2 lembar
Foto kopi rujukan 2 lembar
Rujukan asli untuk ditunjukkan
BPJS asli untuk ditunjukkan
·         Mesin antri akan memanggil nomor antrian kita segera kita menuju loket dan serahkan kelengkapan diatas jika sudah tidak ada masalah kita akan mendapat karcis pengambilan obat dari petugas. Cukup lama menunggu antrian obat tidak usah cemberut di sebelah loket obat ada kantin dengan berbagai makanan dan minuman yang enak enak serta pastinya sehat karena makanan disana dicek juga oleh tim rumah sakit.
      
      Saat panggilan pengambilan obat sudah giliran kita, tunjukan karcis yang diberikan sebelumnya dan tanda tangan terima pada formulir resep kita, kalau sudah kita bisa terima obat kita dengan tersenyum. Jangan lupa cek kembali rujukan asli , bpjs asli, kartu berobat jangan sampai tertinggal yaaaa. Selanjutnya kita bisa pulang tentunya juga sambil tersenyum. Dan tetap ingat untuk selalu bersyukur.


Semoga bermanfaat 



      wassalam










Minggu, 30 Agustus 2015

FASE EMOSIONAL ketika ujian sakit datang

Ketika sakit datang menghampiri secara tiba - tiba disaat seseorang berada di dalam keluasan rahman ALLAH, berupa kejayaan hidup, bergelimpang materi, kedamaian berkeluarga, kenikmatan yang melalaikan seseorang akan apakah tujuan dari kehidupannya di dunia ini sebenarnya. Aku menceritakan diriku sendiri tidak orang lain tapi mungkin saja hal ini juga dialami beberapa orang atau juga banyak orang.

Setahun yang lalu aku divonis dokter mengalami kerusakan pada beberapa katup jantungku, ada satu katup yang tidak bisa membuka secara sempurna, dan ada satu katub jantung yang tidak bisa menutup sempurna, permasalahan ini sempat membuat hari hari ku yang cukup panjang berada dirumah sakit berpisah dengan anak anak ku, secara teori kedokteran diprediksi penyakit ini terjadi ketika aku masih kecil mengalami demam atau flu yang bisa dikatakan buruk, virusny masuk ke area jantung dan merusak katup katup jantung,,,,. Teori ini mungkin bisa dijadikan pelajaran untuk para orang tua untuk tidak meremehkan yang namanya penyakit flu pada anak anaknya, sehingga harus diobati dengan baik dan tuntas.

Suatu saat aku pernah duduk di majelis ilmu yang rutin aku ikuti sekarang ini, saat itu materi yang ditengahkan perihal kesehatan bertema kanker,pembicaranya dr grisca kebetulan beliau juga sama sama ummahat di kajian muslimah, dari materi yang dibicarakan beliau juga menjelaskan tentang fase emosional yang dialami seseorang ketika sakit dan memang benar aku juga mengalami fase fase emosional tersebut yakni:

Fase pertama : pengingkaran dan isolasi
Setelah aku mengetahui diriku menderita kerusakan katup jantung, reaksi yang umum aku tunjukkan adalah mengingkari kenyataan tersebut, kata kata yang sering diucapkan adalah gak mungkin, mungkin diagnosisnya salah,.... Aku tidak percaya, selama ini aku baik baik saja, aku atlit maraton, anak ku tiga orang semua persalinan normal tidak mungkin aku mengalami kerusakan jantung aku sangat sehat dan sangat aktif tidak pernah ada keluhan sebelumnya, dokter mungkin salah diagnosis. Dan banyak lagi kalimat sejenis yang intinya mengingkari kenyataan yang telah terjadi padaku.
Akibat dari reaksi pengingkaran ini aku sering berpindah pindah berobat dari satu dokter ke dokter lainya, bahkan lebih sering berobat ke alternatif mulai dari obat obatan herbal, jamu, pijat dan juga tusuk jarum, semua saran dari tetangga, keluarga, teman dicoba dengan alasan ikhtiar, bahkan ada yang menyarankan berobat yang bersifat magic metode operasi secara ghoib,, waduhhhh serem kalau gak kuat iman bisa saja menerima anjuran tersebut dengan iming iming pasti sembuh..., semoga saja dengan sisa umur yang tidak tahu ini jangan terjerumus pada metode pengobatan yang sesat sehingga kita syirik menyekutukan ALLAH.
Sebenarnya fase ini ada gunanya juga, saya banyak memahami apa sebenarnya penyakit ku ini dan menjadikannya buffer. selama pengingkaran aku dapat menyiapkan diri untuk menerima kenyataan sebagai mana adanya.
Yang aku alami fase ini bersifat sementara dan berubah ke fase emosional berikutnya.

Fase kedua : kemarahan 
Suatu ketika pengingkaran tidak dapat dipertahankan lagi, maka fase pertama dapat berubah menjadi fase kemarahan, kemurkaan, perasaan iri dan penolakan, dalam kondisi yang hanya jadi kembang tempat tidur tidak bisa beraktivitas dengan baik, banyak sekali keterbatasan, sempat membuat jengkel kenapa aku seperti ini sekarang, merasa sudah tidak berguna lagi, ingin selalu diperhatikan yang berlebihan, ada ketakutan dan kecemasan, penyesalan akan kehidupan yang sudah dilalui, menyalahkan dalam hati semua kepada suami, lingkungan kerja, dll berusaha mengurung diri menolak kunjungan dari orang orang yang menjenguk, banyak hal yang membuat aku marah dan tidak senang.

Fase ketiga: sikap menimbang nimbang
Setelah marah marah berlalu, aku mulai merasakan dan berpikir bahwa protesku tidak ada artinya, mulailah timbul perasaan bersalah dan mulai meningkatkan hubungan dengan tuhan ( ALLAH ), mungkin fase ini mempunyi ciri meminta dan berjanji kepada AllAH. Selama sakit dan dalam keterbatasan banyak mengoreksi diri tentang kesalahan kesalahan di masa lalu, keburukan keburukan, kurangnya beribadah, dan tentunya mulai berfikir tentang kematian. Pada fase ini ada azam dihati untuk bisa memperbaiki diri, berusaha mengganti apa apa yang telah aku lalaikan, meningkatkan ibadah pada ALLAH. Dan tentunya senantiasa memohon ampunan untuk semua dosa dosa yang sudah menumpuk.

Fase keempat : fase depresi
Pada fase ini merasa sedih dan berkabung karena merasa akan kehilangan orang yang dicinta, pengalaman yang indah, kebiasaan atau hobi yang menggembirakan, kehilangan segala-galanya yang berarti, takut terhadap kematian, takut akan ketergantungan, takut menjadi beban, takut tidak dapat bersosialisai, takut tidak dapat menjalankan fungsi sebagai ibu dan sebagai istri serta rasa takut lainya. Mengekspresikan kesedihan melalui tangisan, memikirkan masa depan dan memohon serta berdoa.

Fase kelima : mungkin ini fase terakhir, sudah tidak ada lagi pengingkaran, penolakan atau depresi, secara fisik badan lebih baik, tidur lebih banyak dan panjang, hampir tidak ada emosi, menjalani hari hari dengan ketenangan, pada fase ini aku mulai bisa bangkit dari keterpurukan, berfikir dengan sisa umur yang ada kenapa tidak dimanfaatkan sebaik - baiknya, bisa menjadi seseorang yang bermanfaat minimal untuk diri sendiri, suami, anak - anak , dan keluarga. Mulai menyikapi arti sebuah sakit yang awalnya dianggap sebuah musibah berubah disikapi menjadi sebuah berkah. AllAH memberikan suatu permasalahan berdampingan dengan solusi, ALLAH memberikan ujian tidak mungkin diluar kemampuan hambanya. Sangat yakin sekali akan janji ALLAH, bahwa kemuliaan seseorang seiring kesabaran dan keiklasannya terhadap menerima segala bentuk takdir dari ALLAH.

Tidak semua fase fase tersebut harus dilalui satu persatu, setiap individu mungkin saja berbeda, hal tersebut tergantung pada kematangan kejiwaan dan tentunya ketaatan menjalankan agamanya, makin matang kejiwaannya dan makin percaya pada ketentuan ALLAH maka makin cepat mencapai ke fase lima yaitu menerima kenyataan yang terjadi dan menyikapinya dengan baik.

Permasalahanya tidak semua orang memiliki ketahanan kejiwaan yang baik atau matang, bisa saja pada saat fase pengingkaran terjadi lebih dominan, membayangkan jika aku mengalaminya apa yang akan terjadi ya? Astagfirullah jadi mbayangin yang buruk buruk.. Bisa saja terjerumus kedalam syirik, mmm,,,... Semoga selalu ALLAH memberi hidayah petunjuk pada jalan yang lurus.

Jika ada yang mengalami seperti aku segeralah melaju ke fase kelima,,,. Jangan lama lama di fase pengingkaran. Dari yang aku rasakan secara fisik dan emosional hal ini sangat membantu. Sekarang aku lebih bahagia dan merasa lebih berarti, bukan GR looh ( gedhe rumongso @ bahasa jawa ), banyak hikmah yang aku ambil dari sakit ini, salah satunya adalah Aku merasa dimuliakan oleh penyakit ini haduh GR lagi... Bukan GR ini motivasi untuk yang mengalami seperti aku. Saat aku sakit semua keluargaku lebih memanjakan aku, tidak boleh  kerja berat, tidak boleh terlalu capek, tidak boleh sedih harus senantiasa senang, disayang P.O.L.L, lah intinya, betapa ALLAH sudah menggantikan kesedihanku. Dari perusahaan aku masih mendapatkan gaji tiap bulannya meskipun aku tidak bekerja ,,,betapa ALLAH menambahkan rezekiNYA padaku. Sekarang aku punya banyak waktu dengan anak anak ku, sekarang aku punya banyak waktu untuk duduk di majelis ilmu, sekarang juga aku memiliki sahabat sahabat yang baik menjalin silaturahmi dengan ummahat di kajian muslimah Navilla graha, banyak hal yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu, nah dari semua itu sangat kufur jika aku mengingkari nikmat ALLAH berupa sakit ini, kesimpulannya sakit adalah sebuah ujian yang akan membawa kemulian bagi seseorang yang sabar menerimanya. Semoga ALLAH senantiasa membimbingku untuk menjadi hambanya yang sabar dan iklas, semoga AllAH senantiasa memberi aku umur yang barokah, semoga ALLAH menjaga hatiku untuk selalu menuju padaNYA. Semoga ALLAH senantiasa mengampuni dosa dosa ku dimasa lalu dan masa mendatang, semoga aku dijadikan hambaNYA yang bermanfaat.
Jika ada salah penulisan mohon diingatkan,, karena masih banyak kebodohan yang meliputiku, bukan berniat takabur hanya ingin memberi motivasi untuk pembaca yang mengalami hal sama sepertiku, untuk tetap bersemangat.
Spesial thanks 
pak penoku, all family, dr Gris, ummahat navilla graha, bunda yani

Selasa, 11 Agustus 2015

Renungan ringan

بسم الله....

ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﻤﻴﻼﺩ .. ﻭﺭﻗـــــﻪ
ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻢ .. ﻭﺭﻗــــﻪ
ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻝ ?ﻧﺠﺎﺡ .. ﻭﺭﻗ ــــــﻪ
ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﺘﺨﺮﺝ .. ﻭﺭﻗـــــﻪ
... ﻭﺗﺘﻮﺍﻟﻰ ﺍﻷﻭﺭﺍﻕ ......
Akte kelahiran... adalah kertas.
Kartu imunisasi... kertas.
Piagam kelulusan... kertas.
Ijazah... juga kertas.
--- semuanya hanya berupa kertas!! ---

ﻋﻘﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ .. ﻭﺭﻗــــــــﻪ
ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺴﻔﺮ .. ﻭﺭﻗــــــــﻪ
ﻭﺛﻴﻘﺔ ﻣﻠﮕــﻴﺔ ﺍﻟﺒﻴﺖ .. ﻭﺭﻗﺔ
ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺴﻠﻮﮔــ .. ﻭﺭﻗـــــﻪ
ﻭﺻﻔﺔ ﺍﻟﻌﻼﺝ .. ﻭﺭﻗــــــــﻪ
ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻟﻠﻤﻨﺎﺳﺒﺎﺕ .. ﻭﺭﻗــﻪ
Akad nikah... kertas.
Paspor... kertas.
Surat kepemilikan rumah... juga kertas.
Resep dokter... kertas.
Undangan acara... juga kertas.

ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻋﺒﺎﺭﻩ ﻋﻦ ﻭﺭﻕ ﻓﻲ ﻭﺭﻕ ..
ﺗﻄﻮﻳﻬﺎ ﺍﻷﻳﺎﻡ .. ﻭﺗﻤﺰﻗﻬﺎ .. ﺛﻢ ﺗﺮﻣﻴﻬﺎ
Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.
Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang.

ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻛﻠﻬﺎ .. ﺃﻭﺭﺍﻕ ..
Dunia itu semuanya terdiri dari kertas2.

ﻓﻜﻢ ﻳﺤﺰﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ .. ﻟﻮﺭﻗﻪ
Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang
dimilikinya.

ﻭﻛﻢ ﻳﻔﺮﺡ .. ﻟـــــــﻮﺭﻗﻪ .. ^^
Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-
kertas" yang dimilikinya.

ﻟﻜﻦ ...
ﺍﻟﻮﺭﻗﻪ ﺍﻟﻮﺣﻴﺪﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻻﻳﻤﻜﻦ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺍﻥ ﻳﺮﺍﻫﺎ ﻫﻲ :
ﻭﺭﻗــــــــﺔ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﻮﻓﺎﺓ ..
Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat
manusia selamanya, yaitu:
SURAT KEMATIAN.

ﻓﺄﻋﻤﻞ ﻟﻬﺎ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺃﻫﻢ ﻭﺭﻗــﻪ
Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian, karena itu
adalah "KERTAS" terpenting.

ﻗﺎﻝ : ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺍﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ :
Imam Ali bin Abi Thalib berkata:
ﺃﻣﺮﺍﻥ ﻻ ﻳﺪﻭﻣﺎﻥ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ :
" ﺷﺒﺎﺑﻪ ﻭﻗﻮﺗﻪ "
Dua hal yang tidak akan kekal dalam diri seorang mukmin:
"masa mudanya dan kekuatannya."

ﻭﺃﻣﺮﺍﻥ ﻳﻨﻔﻌﺎﻥ ﻛﻞ ﻣﺆﻣﻦ :
" ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻭﺳﻤﺎﺣﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ "
Dan dua hal yang berguna untuk setiap mukmin: "akhlak yang
mulia dan jiwa yang lapang".

ﻭﺃﻣﺮﺍﻥ ﻳﺮﻓﻌﺎﻥ ﺷﺄﻥ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ :
" ﺍﻟﺘﻮﺍﺿﻊ ﻭﻗﻀﺎﺀ ﺣﻮﺍﺋﺞ ﺍﻟﻨﺎﺱ "
Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seorang
mukmin: "sikap tawadhu (rendah hati) dan menolong
kesulitan orang lain".

ﻭﺃﻣﺮﺍﻥ ﻳﺪﻓﻌﺎﻥ ﺍﻟﺒﻼﺀ :
" ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﺻﻠﺔ ﺍﻷﺭﺣﺎﻡ "
Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala': "sedekah dan
silaturahmi"

ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺣﻞ ﻣﻀﺤﻜﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ...!!
١ ‏) ﺳﻦ ﺍﻟﻤﺮﺍﻫﻘﺔ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ
٢ ‏) ﻣﺮﺣﻠﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ
٣ ‏) ﻣﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺐ :
ﺗﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﺎﻝ + ﺍﻟﻮﻗﺖ
ﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﻄﺎﻗﺔ
Ada tiga fase hidup yang tampak lucu:
1. Masa puber: anda punya waktu dan kekuatan tetapi tidak
punya uang.
2. Masa bekerja: anda punya harta dan kekuatan, tetapi tidak
punya waktu.
3. Masa tua: anda punya harta dan punya waktu, tetapi tidak
punya kekuatan.

ﻫﺬﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ .....
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﻤﻨﺤﻚ ﺷﻴﺌﺎ ...
ﺗﺴﻠﺐ ﻣﻨﻚ ﺷﻴﺌﺎ ﺍﺧﺮ ....
Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka
akan hilang karunia lainnya.

ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺗﻌﺘﻘﺪ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻻﺧﺮﻳﻦ
ﻫﻲ ﺍﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ..!!!
Anda selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih
baik dari kehidupan kita !!!

ﻭﺍﻻﺧﺮﻭﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪﻭﻥ ﺇﻥ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﺍﻓﻀﻞ ..
Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik
darinya.

ﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻻﻧﻨﺎ ﻧﻔﻘﺪ ﺷﻲ ﻣﻬﻢ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻭﻫﻲ :
. ( ﺍﻟﻘﻨﺎﻋﻪ ) .
Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup
kita, yaitu bersikap Qanaah (mensyukuri apa yang kita miliki).

ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﻣﺤﻼﺕ ﻟﺒﻴﻊ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ
ﻟﻮﺟﺪﺕ ﺍﻟﺒﺸﺮ ﻳﺘﮭﺎﻓﺘﻮﻥ ﻋﻠﻴﮭﺎ ..
ﻭﻳﺸﺘﺮﻭﻧﮭﺎ ﺑِﺄﻏﻠﻰ ﺍﻻﺛﻤﺎﻥ ..
ﻟﻜﻨﮭﻢ ﻳﺠﮭﻠﻮﻥ ﺑـ ﺇﻧﮭﺎ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ..
Seandainya ada toko yang menjual kebahagiaan, anda akan
melihat orang-orang akan berebut mendatanginya. Kemudian
membelinya meskipun mahal harganya. Mereka melupakan
bahwa kebahagiaan itu dengan menyempurnakan (sholat) di msjid & menyerukan kalimat tauhid.
Copas dr group seblah.

Selasa, 07 Juli 2015

Dzikir Petang

Dzikir Dibaca di Waktu Petang
(Setelah matahari tenggelam hingga pertengahan malam)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.


” اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus
mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّه
ُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)


 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ 
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
 “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

 أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ. 
“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)

 اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.
 “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)

 Membaca Sayyidul Istighfar
 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أَُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُكَ. “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu sore ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)
 اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ اشُّكْرُ.
 “Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di sore ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” (Dibaca 1 x)
 اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ 
“Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (Dibaca 3 x)

 حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
 “Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung.” (Dibaca 7 x)

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ. “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” (Dibaca 1 x)

 اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
 “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

 بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

 رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا 
“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3 x)

 يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.
 “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

 أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا، وَنُورَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.
 ”Kami memasuki waktu sore, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di malam ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” (Dibaca 1 x)

 أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.
 “Di waktu سخقث kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x)

 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
 “Maha suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca 100 x)

 لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x atau 1 x[20] jika dalam keadaan malas)

 أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
 “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada petang hari)

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ 
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” (Dibaca 10 x)

 KONTINU DALAM BERAMAL Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [23] Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah mengatakan, “Allah Ta’ala telah menjelaskan di dalam Al Quran Al Karim dalam beberapa ayat bahwa kedua ujung siang adalah waktu dzikir pagi dan petang, di antaranya firman Allah, وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ ”Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).” (QS. Qaaf: 39). Dari sini menunjukkan bahwa waktu dzikir pagi adalah ketika ibkar dan ghuduw yaitu setelah shalat subuh dan sebelum terbit matahari, dan waktu dzikir petang adalah ketika ‘asyiyy dan al-aashal yaitu setelah shalat ashar sebelum tenggelam matahari. Namun waktunya sebenarnya luas, terutama bagi orang yang memiliki kesibukan (sehingga luput dari dzikir), walhamdulilllah”.[24] [1] HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698). [2] HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655). Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid. [3] Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182)) [4] HR. Muslim (4/2088, no. 2723) [5] HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142). [6] Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306)) [7] Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.” (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23) [8] Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Ghonnam radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24) [9] HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26. [10] Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376)) [11] HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332. [12] HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142. [13] Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39) [14] Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39) [15] HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654) [16] HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad (2/273). [17] HR. Ahmad (3/406,407), Ibnus Sunni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 34. Lihat Shahih Al Jaami’ (4/209, no. 4674) [18] Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692)) [19] HR. An Nasai dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz (hal. 55). [20] HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10 x”. [21] Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45) [22] Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656)) [23] HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya. [24] Tash-hih Ad Du’a’, hal. 337 http://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslimmedia.dzikirpagi

Dzikir Pagi

Dzikir Dibaca di Waktu Pagi(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)
 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

” اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ “
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ “
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ “
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ “
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

 أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.
 “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)

 اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.
 “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)

 Membaca Sayyidul Istighfar
 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
 “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
 “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

 اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.
 “Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” (Dibaca 1 x)

 اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
 “Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (Dibaca 3 x)

 حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
 “Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung.” (Dibaca 7 x)

[11] اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.
 “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” (Dibaca 1 x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
 “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

 بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
 “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

 رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
 “Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca 3 x)

 يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.
 “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1 x)

 أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.
 ”Kami memasuki waktu pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” (Dibaca 1 x)

 أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.
 “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x)

 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
 “Maha suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca 100 x)

 لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.
 “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x atau 1 x jika dalam keadaan malas)

 لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
 “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x)

 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
 “Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerelaanNya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimatNya.” (Dibaca 3 x)

 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
 “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x)
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
 “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
 “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” (Dibaca 10 x)

Bersambung pada bacaan dzikir petang- [1] Di sini disebutkan budak keturunan Isma’il karena budak tersebut adalah budak yang paling berharga. [2] HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698). [3] HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655). Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid. [4] Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182)) [5] HR. Muslim (4/2088, no. 2723) [6] HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142). [7] Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306)) [8] Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.” (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23) [9] Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Ghonnam radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24) [10] HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26. [11] Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376)) [12] HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332. [13] HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142. [14] Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39) [15] Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39) [16] HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654) [17] HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad (2/273). [18] HR. Ahmad (3/406,407), Ibnus Sunni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 34. Lihat Shahih Al Jaami’ (4/209, no. 4674) [19] Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692)) [20] HR. An Nasai dalam ‘Amal Yaum wal Lailah no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz (hal. 55). [21] HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10 x”. [22] Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. Bukhari disertai Fathul Bari (4/95, no. 3293) dan Muslim (4/2071, no. 2691)) [23] HR. Muslim (4/2090, no. 2726) [24] HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375. [25] HR. Bukhari bersama Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslm (4/2075, no. 2702) [26] Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656)) http://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslimmedia.dzikirpagi