Senin, 18 Mei 2015

Investasi Sepanjang Hayat

Oleh : Ani Ch, penulis buku & pemerhati pendidikan keluarga

Selasa, 19 Mei 2015

Tuntas Motorik
Investasi Sepanjang Hayat
(Bagian 1)

Leo...kelas 2 SMA, suka jalan2 di didalam kelas, tdk bisa diam, tdk perhatian dg guru mengajar..akhirnya jarang mencatat, akhirnya sering tdk mnguasai materi, lalu nilai2nya jeblok...usut punya usut..motoriknya buruk...jongkok saja dia sempoyongan...jongkok adalah kemampuan motorik anak usia 2-3 thun lho...

Teman, anak2 yg mengalami hambatan motorik seringkali mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, sehingga mengalami kesulitan dalam proses belajar hal baru.

Mengapa bisa begitu?

Ketika sistem sensorik & motorik anak matang, maka anak akan nyaman dg tubuhnya...ketika nyaman dg tubuh, akan mudah fokus. Sebaliknya, ketika sistem sensorik motorik belum matang, tubuh menjadi tdk nyaman, makanya jadi cenderung umek, shg kemudian jadi sulit fokus.

Teman, ternyata juga aktivitas motorik adalah media yg efektif untuk melatih atensi & konsentrasi anak secara bertingkat. Mulai dr membiasakan anak konsentasi dg fokus matanya. Lalu konsentrasi mengerjakan tugas. Juga konsentrasi melakukan aktivitas berkali2 agar tidak mudah jenuh..

Hal2 di atas bisa dicapai dalam latihan motorik sederhana, seperti merangkak, melompat, berjongkok, berjalan di titian, dll.

Dio, kata ortunya pernah di psikotes dan hasilnya dia ber~IQ tinggi...ortunya sangat bangga...tapi sampai TK B hampir mau selesai..anaknya belum juga bisa membaca, padahal teman2nya..yg juga ikut psikotes & hasilnya biasa2 saja, ternyata sudah bisa membaca terlebih dahulu..ternyata Dio seringkali terlihat kurang koordinasi tubuhnya ketika latihan motorik, ternyata juga dia selalu bingung mana kanan mana kiri..mana maju mana mundur..sering salah tangkep thd instruksi semacam ini..

Teman, ternyata anak2 yg mengalami hambatan motorik, seringkali menjadi kesulitan dalam membaca, bahkan bisa menderita disleksia.

Mengapa bisa begitu?

Berbagai aktivitas motorik, ternyata menjadi media untuk mematangkan persepsi visual anak, terutama persepsi tentang arah & letak..maju ke depan mundur ke belakang,goyang ke kanan goyan ke kiri, angkat tangan ke atas, turunkan tangan ke bawah, dst dst..

Persepsi visual yg baik memudahkan anak mengenali bentuk benda, bentuk tanda dlm tulisan, juga pola dalam huruf. Anak yg kesulitan dlm mempersepsi visual jadi bingung terhadap bentuk..mana "b" dan mana "d", atau mana huruf "nun" mana huruf "ba"..semua jadi terlihat sama...maka anak2 jadi terbolak balik..

Terkadang ortu dg semangat ngedrill baca atau ngaji..ayo baca : ba ba ba ; da da da, padahal anak tambah sumpek..yg dia bingung adalah persepsi bentuknya..bukan suaranya...

Rio, sudah kelas 2 SMP..tapi tulisannya sering tdk terbaca..bahkan banyak huruf hilang..'pembangunan' ditulis pbanunan' (huuufttt, ini adalah penyakit saya permirsa...krn sudah berumur...ya tdk bisa dibetulkan)
Rio juga sering menampakkan tulisan yg menanjak atau menurun, spt membentuk jalan berkelok-kelok...jika membuat garis, bahkan dg bantuan penggarispun..selalu saja miring...ternyata Rio juga memiliki riwayat masalah motorik waktu kecil, sering lupa barang,  sering kehilangan peralatan, juga sering tersesat.

Teman, anak2 yg mengalami hambatan motorik seringkali menjadi kesulitan dalam menulis, hasil tulisan tdk terbaca, atau tdk tepat dlm penulisan huruf2.

Mengapa bisa begitu?

Latihan motorik kasar akan menjadi mediasi untuk kestabilan organ bahu & siku (spt gerakan mengangkat tangan ke atas) dimana stabilnya otot bahu & siku membuat kemudahan bagi pergelengan tangan utk bergerak ketika menulis. Latihan motorik halus menjadi mediasi untuk melenturkan jari2, dimana kelenturan membuat proses menulis jadi optimal

⚽⚽����������������

Teman,ini baru secuil dr pentingnya motorik..yaitu untuk fondasi terbentuknya kemampuan utk berkonsentrasi, utk membaca & menulis..masih ada 2 edisi lagi..yg bikin kita akan lebih menyesal kalau tidak memperhatikan motorik anak kita...

Karena waktu melatihnya hanya sampai 8 tahun..jika terlanjur tdk matang di usia itu, maka setelah 8 tahun, kita mungkin hanya bisa mengelola dampak dr ketidakmatangan motorik anak2 kita, tp begtu sulit jika berharap utk memperbaikinya.

⚽⚽����������������

Tidak ada komentar:

Posting Komentar