Malam ini aku mencoba untuk
menulis sepenggal dari kisah hidupku, aku menulis ini ketika aku sudah
mempunyai banyak waktu luang untuk berbagi dalam cerita cerita di blog ku yang
sederhana memang sungguh indah apa yang ALLAH rencanakan terhadapku dan aku baru
menyadarinya sekarang ya mungkin kategori
terlambat tapi terlambat bukanlah kesalahan besar ( mencoba membesarkan
hati )
Tahun ini usiaku akan mencapai 35
tahun, aku mempunyai 2 orang gadis kecil dan satu jagoan , karunia ALLAH yang
begitu indah , juga suami yang sangat luar biasa mendampingiku hadiah dari
ALLAH atas request doa akan seorang jodoh yang tepat untuk ku. Keseharianku
adalah seorang Ibu Rumah tangga juga wanita pekerja, aku dikelilingi dengan
orang orang yang penuh cinta kepadaku seluruh keluargaku teman temanku
kerabatku semua sungguh menyenangkan, mempunyai pekerjaan yang menarik membuat
semakin lengkap hari hariku, seolah tak
ada cela dan kesusahan didalamnya semuanya berjalan lurus dan indah.
Lambat laun kesenangan dalam
hidup menyeretku pada sosok yang egoisme yang selalu mengedepankan logika,
begitu fokus pada dunia kerjaku dan banyak melupakan hal – hal yang penting.
Urusan rumah tangga semua sudah dihandle oleh pembantu urusan anak anak pikirku
sudah cukup dengan memberikan jadwal pada anak anak ku melalui pengasuh atau
pun guru privatnya. Bagiku waktu memang seperti pedang setiap hari aku melalui
hari hariku dengan jadwal yang keras berjalan tiada henti, pressure ditempat
kerja yang mengikat juga berbagai konflik mengisi keseharian ku sehingga setiap
hari harus adu otot leher juga adu otak
Aku bekerja di sebuah pabrik
swasta didaerahku cukup dekat dengan rumah, gaji gak begitu besar memang tapi
cukuplah dan juga aku bisa terima bersih tidak terpotong kebutuhan hidup lainya
seperti makan, transport , atau tempat tinggal karena ya hanya 5 menit dari
rumah naik motor kebetulan aku didivisi Engineering tempat dimana
perempuan sangat langka tapi aku kenyataan disana.
sekarang aku akan mencoba menceritakan
kondisi office ku ,ruangan tempat aku tidak terlalu besar ada beberapa sekat
ruangan dari kaca semua transparant meja meja berjajar, tidak begitu rapi cukup
crowded ya begitulah engineering kopross kata orang jawa, suhu ruangan 20 Derajat
rata rata setiap hari. Banyak
bekerja di belakang meja senantiasa berhadapan dengan komputer dan jarang pula bergerak. Kebetulan ruanganku sering dimanfaatkan untuk berdikusi oleh rekan
rekan engineer ku sekedar menunggu bel tanda masuk atau sekedar mau bikin kopi
saat kantuk menyerang ataupun saat istirahat jadi ruanganku jarang sepi orang,
namun yang paling tidak aku sukai dan sudah menjadi kebiasan adalah seluruh
warga divisi engineering sangat suka merokok tidak memperhatikan apakah itu
ruang ber Ac atau ruang bebas bahkan manager ku pun melakukan itu,,,. Yang bikin
aku heran berbagai yel .. yel no smoking dipasang dimana mana diberbagai divisi
sangat keras pinalti yang dikenakan kepada pelanggaran merokok namun tidak
berarti khusus didivisiku kenapa ya HRD saja gak ngefek untuk hal yang satu
ini, dan yang aku heran lagi tim divisi utility yang nota bene mengatasi segala
lingkup utility termasuk AC juga kasih warning jangan sampai AC yang dalam
kekuasaan mereka sampai menghirup asap rokok karena akan semakin tinggi tingkat
troubelnya kata mereka namun itu tidak berlaku di office ku, ada 5 ruangan ber
AC dan semuanya bebas merokok didalamnya ( THE POWER OF ENGINEERING atau
WONDERFULL ENGINEERING ) apalah... yang pasti setiap hari akibat ini aku menjadi
perokok pasiv hingga bertahun tahun....... bisa membayangkan keadaanku tentunya.
Setiap hari rasanya kecapean,
kadang hari minggu pun aku berkeinginan bisa seharian tidur tiduran atau nonton
TV tapi itupun sangat susah pastinya anak – anak dan suamiku menghendaki aku
menjadi bagian dari mereka saat hari libur, menghabiskan hari minggu dengan
jalan – jalan atau rekreasi menambah
hari hari ku sangat capekkkk..... lelaaahhhhh..... I dont like Monday pasti
terbesit saat aku terbangun besok paginya.
Aku sangat ingat tahun lalu
......
Kejadian yang tak mungkin bisa
aku lupakan bulan Oktober tepatnya
Saat itu suamiku tercinta
sedang menyiapkan hadiah ulang tahun
untuk ku dengan mengajak aku berlibur kejogja tentunya bersama keluarga, semua
sudah disiapkan termasuk juga dana yang cukup untuk kita bisa menikmati liburan
yang menyenangkan disana, awal kejadian Hari itu tepatnya senin anak ku yang no 3 sedang dirumah
neneknya aku berniat pulang kerja nanti ingin menjemputnya , setiba dirumah aku
mempersiapkan untuk menjemput anak ku sendirian karena suamiku sedang giliran
piket tidak dapat menemani hanya meminum segelas air putih dan memakan sepotong pepaya manis aku berbuka puasa melanjutkan sholat magrib dan segera bergegas
menaiki sepeda motor ku kerumah mertua yang tidak terlalu jauh araknya dari
rumahku ,,,, namun ada yang aneh aku rasakan sejak sore tadi rasanya bernafas
begitu berat dan gelisah yang begitu hebat melanda , awalnya aku kira hanya
susah bernafas karena agak flu ,,,, aku mengajak kedua anak perempuanku ikut
serta mengendarai sepeda motor semakin lama kurasa begitu berat dada ini
disusul kram yang mulai mejalar dari kepala hingga seluruh badan, saat
mengendarai begitu panik aku dengan kondisiku tanpa berfikir panjang segera
kumenepikan sepeda motorku aku kuatir keselamatan anak anak yang aku bawa,
segera aku minta kakak untuk menelpon pakdenya dan tak lama aku terduduk
seluruh badanku kram aku hanya ketakutan dengan yang aku alami akankah aku mati
hari ini sayup sayup aku mendengar kakak berteriak teriak minta
tolong......kakak terimakasih sayang
Ketika mataku terbuka aku
sudah di UGD, mencoba mengingat ingat kejadian beberapa jam sebelumnya, sangat
tidak kusangka apa yang barusan terjadi, suamiku dan kerabatku berdatangan
memberikan support padaku,,, selama beberapa jam aku beristirahat dan merasa
kondisi cukup baik aku diperbolehkan pulang oleh dokter, memang ada beberapa
pertanyaan dari dokter tentang riwayat sakit jantung tapi aku acuhkan karena
selama ini aku memang sangat baik secara fisik dan juga tidak pernah terjadi
keluhan apa apa sebelumnya.
Besok paginya memang merasa
sedikit lemas Cuma tidak ada keluhan sesak nafas seperti kemarin Cuma banyak
tiduran saja dari pagi hingga siang,,, menjelang ashar aku mencoba untuk
beraktifitas menyapu rumah dan mengepel , setelah pekerjaan itu selesai segera
aku mandi dan melanjutkan sholat ashar.... tapi ada yang aneh lagi terjadi ,
tiba tiba keringat dingin keluar dan badan begitu lemas tak bertenaga dada
kembali berat untuk bernafas kepanikan yang sangat luar biasa datang
dilanjutkan kram dari seluruh wajah menjalar ke kepala dan seluruh badan, suamiku
saat itu segera melarikanku ke UGD
Segera sampai di UGD aku
diberikan oksigen dan alat perekam jantung mulai dipasang dalam beberapa saat
aku sadar, namun kram belum juga hilang jari jari tanganku kaku tidak bisa
diluruskan jari jempol agak melipat kedalam, sangat kaku, jari jari agak
menekuk tidak beraturan,,, tapi yang sangat membuat aku panik luar biasa ketika
kram itu menjalar kebagian dada aku membayangkan seperti ada batu besar yang
mulai menghimpit dadaku pelan pelan, dalam hati aku banyak beristighfar ada ketakutan
yang besar akan kematian, begitu banyak dosa yang aku perbuat sementara aku
belum pernah memohon ampun pada ALLAH akan kah aku kembali saat itu dengan
penuh dosa. menangis dan hanya menangis dalam hati meratapi penyesalan. Selama
dirumah sakit beberapa kali kondisiku drop dibawah sadar. jantung senantiasa
berdebar mual pusing lemas dan sering sekali lemas, aku ingat sekali hari itu
tanggal 14 Oktober hari jadiku ini memang hadiah luar biasa dari ALLAH,
pemberian yang tak pernah aku lupakan.
Kondisi sakit jantung adalah
kondisi yang sangat sensitif karena tidak hanya melibatkan aktifitas fisik tapi
juga aktivitas pikiran dan perasaan,,, beberapa kali kondisi ku drop setelah
aku bertemu dengan beberapa teman atau kerabat yang menjenguk saat itu, memang
dokter melarangku untuk banyak bicara dan tidak boleh aktivitas terlebih dahulu
tidak boleh turun tempat tidur tidak boleh minum terlalalu banyak tidak boleh
makan terlalu kenyang tidak boleh tertawa. Aku juga sering drop ketika suamiku
meninggalkan aku untuk bekerja aku takut sendiri dan cemas saat beliau tidak
mendampingiku. ketakutan yang aneh, apa semua orang yang sakit mengalami ketakutan ini ya.
Suamiku memang luar biasa tak terasa dua minggu mendampingiku merawatku selama dirumah sakit, senantiasa berdua. Mungkin saat itu jadi moment yang tak terlupakan ketika setiap hari bersama sungguh romantiss he....he.Memang sengaja suami ambil cuti tahunan untuk bisa mendampingku. tiap malam memelukku mendamaikan hatiku, selama masa itu aku layaknya bayi yang tidak bisa apa apa makan disuapin , untuk sholat mandi buang air kecil dan lain lain semua dilayani suamiku , sejenak aku tersadar bahwa suamiku yang selama ini sering aku mendurhakai beliau, sering menyakiti, sering melawan , serta sering egois memaksakan yang menjadi keputusan keputusanku harus berjalan dalam keluarga , begitu tulus dan penuh cinta merawatku,,,, dan juga tersadar bahwa ALLAH telah memberi karunia berharga seorang suami yang sangat aku banggakan dalam segala hal.
Dua minggu aku diperbolehkan
pulang dari rumah sakit, dan meneruskan berobat dirumah sakit daerah yang lebih
lengkap fasilitasnya, rujukan kepoli jantung. Aku menjalani berbagai
pemeriksaan laboratoium juga ECHO Cardiografi , setelah aku memiliki semua
hasil pemeriksaan kuajukan semua hasil tersebut kedokter jantungku... sungguh
diluar dugaan ternyata aku mengalami kerusakan pada katub jantung tidak hanya
satu tapi dua dan tindakanya harus dioperasi. Sungguh memang kabar yang membuat aku
semakin terpuruk saat itu. pengetahuanku seputar penyakit jantung memang sangat
minim, hampir 3 bulan aku tidak mampu untuk berdiri, kekamar mandi pun digendong
suami, kursi roda jadi kaki sementaraku, beberapa kali aku mengalami drop dan
beberapa kali aku masuk UGD rumah sakit
Pada bulan januari tahun 2014 aku
memutuskan siap untuk berobat ke jenang lebih tinggi misalpun nantinya harus menjalani operasi. Aku dirujuk lagi, kerumah sakit
dokter Soetomo surabaya, kembali aku menjalani serangkaian lab dan Echo, TEE,
TTE, serta kateterisasi serta sekarang ini aku sedang menunggu penjadwalan
operasi. kondisiku juga jauh lebih baik aku sudah bisa berjalan biarpun hanya
sebatas di dalam rumah saja. Semasa sakit aku banyak mengoreksi diriku, selama
ini banyak sekali yang telah aku lalaikan, banyak sekali kesalahanku, dan
banyak sekali dosa dosaku, sedapat mungkin aku ingin bertobat dari itu semua.
Yang pasti dihatiku sangat yakin kalau ALLAH tuhanku adalah pemurah maha
mendengar dan maha mengampuni.
Susi
Semoga kedepan aku akan bisa
menulis lagi lebih detail lagi tentang kondisi sakit katup jantung yang aku
alami untuk referensi mungkin bisa bermanfaat untuk saudara saudara ku juga
yang mengalami seperti aku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar