Jumat, 15 Mei 2015

Ternyata Aku menderita penyakit katup jantung



Malam ini aku mencoba untuk menulis sepenggal dari kisah hidupku, aku menulis ini ketika aku sudah mempunyai banyak waktu luang untuk berbagi dalam cerita cerita di blog ku yang sederhana memang sungguh indah apa yang ALLAH rencanakan terhadapku dan aku baru menyadarinya sekarang ya mungkin kategori  terlambat tapi terlambat bukanlah kesalahan besar ( mencoba membesarkan hati )

Tahun ini usiaku akan mencapai 35 tahun, aku mempunyai 2 orang gadis kecil dan satu jagoan , karunia ALLAH yang begitu indah , juga suami yang sangat luar biasa mendampingiku hadiah dari ALLAH atas request doa  akan seorang  jodoh yang tepat untuk ku. Keseharianku adalah seorang Ibu Rumah tangga juga wanita pekerja, aku dikelilingi dengan orang orang yang penuh cinta kepadaku seluruh keluargaku teman temanku kerabatku semua sungguh menyenangkan, mempunyai pekerjaan yang menarik membuat semakin lengkap  hari hariku, seolah tak ada cela dan kesusahan didalamnya semuanya berjalan lurus dan indah.

Lambat laun kesenangan dalam hidup menyeretku pada sosok yang egoisme yang selalu mengedepankan logika, begitu fokus pada dunia kerjaku dan banyak melupakan hal – hal yang penting. Urusan rumah tangga semua sudah dihandle oleh pembantu urusan anak anak pikirku sudah cukup dengan memberikan jadwal pada anak anak ku melalui pengasuh atau pun guru privatnya. Bagiku waktu memang seperti pedang setiap hari aku melalui hari hariku dengan jadwal yang keras berjalan tiada henti, pressure ditempat kerja yang mengikat juga berbagai konflik mengisi keseharian ku sehingga setiap hari harus adu otot leher juga adu otak

Aku bekerja di sebuah pabrik swasta didaerahku cukup dekat dengan rumah, gaji gak begitu besar memang tapi cukuplah dan juga aku bisa terima bersih tidak terpotong kebutuhan hidup lainya seperti makan, transport , atau tempat tinggal karena ya hanya 5 menit dari rumah naik motor kebetulan aku didivisi Engineering tempat dimana perempuan sangat langka tapi aku kenyataan disana.

sekarang aku akan mencoba menceritakan kondisi office ku ,ruangan tempat aku tidak terlalu besar ada beberapa sekat ruangan dari kaca semua transparant meja meja berjajar, tidak begitu rapi cukup crowded ya begitulah engineering kopross kata orang jawa, suhu ruangan 20 Derajat rata rata setiap hari. Banyak bekerja di belakang meja senantiasa berhadapan dengan komputer dan jarang pula bergerak. Kebetulan ruanganku sering dimanfaatkan untuk berdikusi oleh rekan rekan engineer ku sekedar menunggu bel tanda masuk atau sekedar mau bikin kopi saat kantuk menyerang ataupun saat istirahat jadi ruanganku jarang sepi orang, namun yang paling tidak aku sukai dan sudah menjadi kebiasan adalah seluruh warga divisi engineering sangat suka merokok tidak memperhatikan apakah itu ruang ber Ac atau ruang bebas bahkan manager ku pun melakukan itu,,,. Yang bikin aku heran berbagai yel .. yel no smoking dipasang dimana mana diberbagai divisi sangat keras pinalti yang dikenakan kepada pelanggaran merokok namun tidak berarti khusus didivisiku kenapa ya HRD saja gak ngefek untuk hal yang satu ini, dan yang aku heran lagi tim divisi utility yang nota bene mengatasi segala lingkup utility termasuk AC juga kasih warning jangan sampai AC yang dalam kekuasaan mereka sampai menghirup asap rokok karena akan semakin tinggi tingkat troubelnya kata mereka namun itu tidak berlaku di office ku, ada 5 ruangan ber AC dan semuanya bebas merokok didalamnya ( THE POWER OF ENGINEERING atau WONDERFULL ENGINEERING ) apalah... yang pasti setiap hari akibat ini aku menjadi perokok pasiv hingga bertahun tahun....... bisa membayangkan keadaanku tentunya.

Setiap hari rasanya kecapean, kadang hari minggu pun aku berkeinginan bisa seharian tidur tiduran atau nonton TV tapi itupun sangat susah pastinya anak – anak dan suamiku menghendaki aku menjadi bagian dari mereka saat hari libur, menghabiskan hari minggu dengan jalan – jalan atau rekreasi  menambah hari hari ku sangat capekkkk..... lelaaahhhhh..... I dont like Monday pasti terbesit saat aku terbangun besok paginya.

Aku sangat ingat tahun lalu ......
Kejadian yang tak mungkin bisa aku lupakan bulan Oktober tepatnya
Saat itu suamiku tercinta sedang  menyiapkan hadiah ulang tahun untuk ku dengan mengajak aku berlibur kejogja tentunya bersama keluarga, semua sudah disiapkan termasuk juga dana yang cukup untuk kita bisa menikmati liburan yang menyenangkan disana, awal kejadian Hari itu tepatnya senin anak ku yang no 3 sedang dirumah neneknya aku berniat pulang kerja nanti ingin menjemputnya , setiba dirumah aku mempersiapkan untuk menjemput anak ku sendirian karena suamiku sedang giliran piket tidak  dapat menemani hanya meminum segelas air putih dan memakan sepotong pepaya manis aku berbuka puasa melanjutkan sholat magrib dan segera bergegas menaiki sepeda motor ku kerumah mertua yang tidak terlalu jauh araknya dari rumahku ,,,, namun ada yang aneh aku rasakan sejak sore tadi rasanya bernafas begitu berat dan gelisah yang begitu hebat melanda , awalnya aku kira hanya susah bernafas karena agak flu ,,,, aku mengajak kedua anak perempuanku ikut serta mengendarai sepeda motor semakin lama kurasa begitu berat dada ini disusul kram yang mulai mejalar dari kepala hingga seluruh badan, saat mengendarai begitu panik aku dengan kondisiku tanpa berfikir panjang segera kumenepikan sepeda motorku aku kuatir keselamatan anak anak yang aku bawa, segera aku minta kakak untuk menelpon pakdenya dan tak lama aku terduduk seluruh badanku kram aku hanya ketakutan dengan yang aku alami akankah aku mati hari ini sayup sayup aku mendengar kakak berteriak teriak minta tolong......kakak terimakasih sayang

Ketika mataku terbuka aku sudah di UGD, mencoba mengingat ingat kejadian beberapa jam sebelumnya, sangat tidak kusangka apa yang barusan terjadi, suamiku dan kerabatku berdatangan memberikan support padaku,,, selama beberapa jam aku beristirahat dan merasa kondisi cukup baik aku diperbolehkan pulang oleh dokter, memang ada beberapa pertanyaan dari dokter tentang riwayat sakit jantung tapi aku acuhkan karena selama ini aku memang sangat baik secara fisik dan juga tidak pernah terjadi keluhan apa apa sebelumnya.

Besok paginya memang merasa sedikit lemas Cuma tidak ada keluhan sesak nafas seperti kemarin Cuma banyak tiduran saja dari pagi hingga siang,,, menjelang ashar aku mencoba untuk beraktifitas menyapu rumah dan mengepel , setelah pekerjaan itu selesai segera aku mandi dan melanjutkan sholat ashar.... tapi ada yang aneh lagi terjadi , tiba tiba keringat dingin keluar dan badan begitu lemas tak bertenaga dada kembali berat untuk bernafas kepanikan yang sangat luar biasa datang dilanjutkan kram dari seluruh wajah menjalar ke kepala dan seluruh badan, suamiku saat itu segera melarikanku ke UGD

Segera sampai di UGD aku diberikan oksigen dan alat perekam jantung mulai dipasang dalam beberapa saat aku sadar, namun kram belum juga hilang jari jari tanganku kaku tidak bisa diluruskan jari jempol agak melipat kedalam, sangat kaku, jari jari agak menekuk tidak beraturan,,, tapi yang sangat membuat aku panik luar biasa ketika kram itu menjalar kebagian dada aku membayangkan seperti ada batu besar yang mulai menghimpit dadaku pelan pelan, dalam hati aku banyak beristighfar ada ketakutan yang besar akan kematian, begitu banyak dosa yang aku perbuat sementara aku belum pernah memohon ampun pada ALLAH akan kah aku kembali saat itu dengan penuh dosa. menangis dan hanya menangis dalam hati meratapi penyesalan. Selama dirumah sakit beberapa kali kondisiku drop dibawah sadar. jantung senantiasa berdebar mual pusing lemas dan sering sekali lemas, aku ingat sekali hari itu tanggal 14 Oktober hari jadiku ini memang hadiah luar biasa dari ALLAH, pemberian yang tak pernah aku lupakan.

Kondisi sakit jantung adalah kondisi yang sangat sensitif karena tidak hanya melibatkan aktifitas fisik tapi juga aktivitas pikiran dan perasaan,,, beberapa kali kondisi ku drop setelah aku bertemu dengan beberapa teman atau kerabat yang menjenguk saat itu, memang dokter melarangku untuk banyak bicara dan tidak boleh aktivitas terlebih dahulu tidak boleh turun tempat tidur tidak boleh minum terlalalu banyak tidak boleh makan terlalu kenyang tidak boleh tertawa. Aku juga sering drop ketika suamiku meninggalkan aku untuk bekerja aku takut sendiri dan cemas saat beliau tidak mendampingiku. ketakutan yang aneh, apa semua orang yang sakit mengalami ketakutan ini ya.

 Suamiku memang luar biasa tak terasa dua minggu mendampingiku merawatku selama dirumah sakit, senantiasa berdua. Mungkin saat itu jadi moment yang tak terlupakan ketika setiap hari bersama sungguh romantiss he....he.Memang sengaja suami ambil cuti tahunan untuk bisa mendampingku. tiap malam memelukku mendamaikan hatiku, selama masa itu aku layaknya bayi yang tidak bisa apa apa makan disuapin , untuk sholat mandi buang air kecil dan lain lain semua dilayani suamiku , sejenak aku tersadar bahwa suamiku yang selama ini sering aku mendurhakai beliau, sering menyakiti, sering melawan , serta sering egois memaksakan yang menjadi keputusan keputusanku harus berjalan dalam keluarga , begitu tulus dan penuh cinta merawatku,,,, dan juga tersadar bahwa ALLAH telah memberi karunia berharga seorang suami yang sangat aku banggakan dalam segala hal.

Dua minggu aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan meneruskan berobat dirumah sakit daerah yang lebih lengkap fasilitasnya, rujukan kepoli jantung. Aku menjalani berbagai pemeriksaan laboratoium juga ECHO Cardiografi , setelah aku memiliki semua hasil pemeriksaan kuajukan semua hasil tersebut kedokter jantungku... sungguh diluar dugaan ternyata aku mengalami kerusakan pada katub jantung tidak hanya satu tapi dua dan tindakanya harus dioperasi. Sungguh memang kabar yang membuat aku semakin terpuruk saat itu. pengetahuanku seputar penyakit jantung memang sangat minim, hampir 3 bulan aku tidak mampu untuk berdiri, kekamar mandi pun digendong suami, kursi roda jadi kaki sementaraku, beberapa kali aku mengalami drop dan beberapa kali aku masuk UGD rumah sakit

Pada bulan januari tahun 2014 aku memutuskan siap untuk berobat ke jenang lebih tinggi misalpun nantinya  harus menjalani operasi. Aku dirujuk lagi, kerumah sakit dokter Soetomo surabaya, kembali aku menjalani serangkaian lab dan Echo, TEE, TTE, serta kateterisasi serta sekarang ini aku sedang menunggu penjadwalan operasi. kondisiku juga jauh lebih baik aku sudah bisa berjalan biarpun hanya sebatas di dalam rumah saja. Semasa sakit aku banyak mengoreksi diriku, selama ini banyak sekali yang telah aku lalaikan, banyak sekali kesalahanku, dan banyak sekali dosa dosaku, sedapat mungkin aku ingin bertobat dari itu semua. Yang pasti dihatiku sangat yakin kalau ALLAH tuhanku adalah pemurah maha mendengar dan maha mengampuni.


Susi

Semoga kedepan aku akan bisa menulis lagi lebih detail lagi tentang kondisi sakit katup jantung yang aku alami untuk referensi mungkin bisa bermanfaat untuk saudara saudara ku juga yang mengalami seperti aku.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar